Minggu, 31 Agustus 2014

Laporan Praktikum Kandungan Kapur dalam Tanah





Mengetahui Kandungan Kapur dalam Tanah
Untuk memenuhi nilai praktikum matakuliah
Geografi Tanah yang dibina Ibu Ir. Juarti M.P.





Oleh :
Kelompok 4

OFF K Pend. Geografi 2012





UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
April 2014




A.      Judul Praktikum           : Mengetahui Kandungan Kapur dalam Tanah
B.       Tujuan Praktikum         :
1.      Mengetahui kandungan kapur dalam tanah.
2.      Mengetahui manfaat kandungan kapur dalam tanah.

C.    Landasan Teori         :
Kapur dalam tanah memiliki asosiasi dengan keberadaan kalsium dan magnesium tanah. Hal ini wajar, karena keberadaan kedua unsur tersebut sering ditemukan berasosiasi dengan karbonat. Perlu diketahui bahwa tanah yang memiliki kandungan kapur yang tinggi, belum tentu tanah tersebut juga memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. bisa terjadi suatu kapur itu menjadi racun karena kapur akan menyerap unsur hara dari dalam tanah, dimana unsur hara tersebut dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhannya
Kandungan Ca dan mg yang tinggi dalam tanah berhubungan dengan taraf perkembangan tanah tersebut, semakin kuat pelindian / semakin tua tanahnya, akan semakin kecil pula kandungan kedua zat tersebut. Kadar tinggi berkaitan dengan pH yang netral atau agak kalis. Sebagai unsur hara makro Ca dan Mg mempunyai fungsi yang penting pada tanaman. Kalsium (Ca) berperan sebagai penyusun dinding sel tumbuhan dan sering pula menjonjotkan / menetralkan bahan racun dalam jaringan tanaman. Magnesium (Mg) merupakan komponen dari klorofil dan berperan pula dalam pembentukan lemak dan minyak pada tumbuhan. Kekurangan kedua zat ini dalam tanah dapat menghambat perkembangan normal pad jaringan muda.
Kandungan kapur dari setiap jenis tanah berbeda-beda. Bahkan kandungan kapur dari lapisan atas tentu berbeda dengan lapisan di bawahnya. Hal ini disebabkan oleh adanya proses pelindian kapur pada lapisan atas oleh air yang akan diendapkan pada lapisan bawahnya. Selain itu keberadaan kapur tanah sangat dipengaruhi oleh batuan induk yang ada disuatu lokasi.

D.    Alat dan Bahan                     :
1.      Sampel tanah
2.      Larutan HCL
3.      Pipet
4.      Cawan

E.     Cara Kerja                            :
1.      Letakkan sampel tanah pada cawan
2.      Tetesi larutan HCL
3.      Jika berbusa berarti mengandung kapur, jika tidak berbusa, berarti tidak mengandung kapur
F.     Hasil Praktikum
Ketika di tetesi HCL, tanah tidak berbusa, jadi tanah tidak mengandung kapur.



Mengetahui Derajat Keasaman dalam Tanah


A.  Judul Praktikum              : Mengetahui Kandungan pH dalam Tanah
B.  Tujuan Praktikum           :
1.      Mengetahui kandungan pH dalam tanah.
2.      Mengetahui manfaat kandungan pH dalam tanah.
C.                Landasan Teori                     :
Pengamatan pH tanah dapat dikerjakan secara elektrometrik dan kolorimetrik, baik di laboratorium maupun di lapangan. Elektrometrik ditentukan antara lain dengan pH meter Beckmann, sedang kolorimetrik dapat dikerjakan dengan kertas pH,pasta pH dan larutan pH universal. Secara lebih terinci pH tanah dapat diukur menggunakan larutan-larutan indikator seperti:
1 .Bromkresol untuk pH antara 3, 8-5,6
2. Khlorphenol merah untuk pH antara 5 ,2-6 ,8
3. Bromthinol biru untuk pH antara 6, 0-6, 84
4. Phenol merah untuk pH antara 6, 8-8, 45
5. Kresol merah untuk pH antara 7, 2-8 ,8
6. Thimol biru untuk pH antara 8 ,0-9,5
Nilai pH yang lebih besar dari 7 menunjukan adanya karbonat-karbonat Ca dan atau Mg yang bebas.Tanah yang mempunyai nilai pH lebih tinggi dari 8,5 hampir selalu mengandung sejumlah Na yang dapat ditukarkan Darmawijaya(1997:176)

D.                Alat dan Bahan                     :
1.      sampel tanah
2.      cobek dan penumbuk
3.      timbangan
4.      tabung reaksi
5.      pipet
6.      larutan BaSO4
7.      aquades
8.      kertas lakmus
9.      alat tulis
E.          Cara Kerja                             :

a.       Sampel tanah dihaluskan ke dalam cobek dengan menggunakan penumbuk.
b.      Ayaklah sampel tanah tersebut.
c.       Timbang sampel tanah sebanyak 20 gram dan taruh dalam tabung reaksi.
d.      Tetesi sampel tanah tadi dengan larutan BaSO4 sebanyak 1 pipet penuh.
e.       Campur dengan larutan aquades sebanyak 200 ml.
f.       Kocok sampel tersebut.
g.      Diamkan 1 – 2 hari hingga seluruh partikel dalam larutan tersebut terendapkan.
h.      Teteskan pada kertas lakmus dan amati berapa pH yang terkandung.
F.     Hasil Praktikum
Setelah sampel tanah di endapkan selama 2 hari, dan di teteskan pada kertas lakmus, di peroleh hasil bahwa tanah merupakan Khlorphenol merah karena pH- nya adalah 5.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar